SEKAT

By | Juni 19, 2019

Di keheningan manapun, suaramu selalu menggema di telingaku, bahkan ketika malam beriring irama jarum jam.

Kau selalu meyakinkanku saat mataku hendak mununtut haknya untuk terlelap, bahwa hanya dengan saling memikirkan, perasaan kita akan baik-baik saja nona.

Di kepalaku, ramai dengan ejaan huruf, ternyata menjelma menjadi namamu, berlalu-lalang tak mau berhenti, wajar saja jika aku selalu memikirkanmu.

Rasanya baru kemarin ini kita saling bertatap non, berpura-pura tak peduli, padahal ingin menerjang waktu yang selalu terburu- buru.

Kemarin, kita saling berkabar lewat telepon genggam, berkirim pesan-pesan lucu, dan menyampaikan rindu yang malu-malu.

Aku baca lagi pesan-pesan kita, mukaku memerah, bibirku tersenyum, dan, kuyakin kaupun begitu.

Tapi nona, kita hanya boleh saling berkabar dengan isyarat.

Makassar 25 juli 2018

Muhammad Taufiq Jamaluddin (Opi)
Mahasiswa Akuntansi Uin Alauddin Makassar

Penulis : Muhammad Taufiq Jamal (Opi)

Editor : Dial

Kami dari pihak sipakario.com mengucapkan yaumul milad bung opick, semoga tetap produktif dalam menulis sajak-sajak cinta untuk si nona

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *