Pilih Mana, Salat Witir Berjamaah atau sendiri?

By | Mei 18, 2019
Dr. H. Abdul Wahid, MA

Sipakario.com – Bulan ramadhan adalah bulan dimana dilipat gandakan pahala oleh Allah SWT. hingga tujuh ratus kali lipat, tak heran kemudian kita selaku umat Islam sangat termotivasi untuk melakukan berbagai ibadah baik yang wajib maupun sunnah.

Dari sinilah kemudian bulan ramadhan disebut sebagai bulan penuh berkah, karena segala amalan yang dilakukan oleh seorang muslim sepanjang ikhlas karena Allah, maka akan diberi pahala yang luar biasa. Dalam salah satu hadisnya Nabi saw. pernah berpesan, “Segala amal kebajikan anak Adam dilipat gandakan pahalanya dengan 10 hingga 700 kali lipat.  Lalu Allah berfirman: ‘kecuali puasa, puasa itu untukKu dan Aku (sendiri) yang akan memberikan pahala kepadanya.  Dia telah mening- galkan syahwat dan makan minum lantaran Aku’…” (HR. Muslim). 

Diantara amalan sunnah di bulan ramadhan disamping shalat tarwih adalah shalat witir. Kedudukan shalat witir termasuk salah satu shalat sunnah yang sangat dianjurkan. Bahkan shalat witir dianjurkan tidak hanya di bulan ramadhan, tetapi juga di bulan lainnya. Sebagian ulama mengatakan shalat witir lebih utama dibanding shalat rawatib. Bahkan ada ulama yang mewajibkan shalat witir.

Kata “witir” bermakna “ganjil” Artinya suatu shalat yang dilakukan antara shalat isya dan subuh dengan jumlah rakaatnya ganjil, minimal satu rakaat dan maksimal sebelas rakaat.

Sebagaimana yang telah disebutkan di atas, bahwa shalat witir dapat dilakukan mulai selesai shalat isya hingga sebelum tiba waktu subuh. Hal ini berdasar pada salah satu hadis berikut, “Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “setiap malam, Rasulullah saw. melakukan shalat witir, diawal malam, pertengahan dan akhir malam, dan shalat witirnya ini berakhir hingga waktu sahur” (HR. Bukhari, Muslim).

Dari hadis ini  menunjukkan bahwa shalat witir adalah salah satu sunnah nabi, dan beliau melakukannya kadang kala diawal malam, dipertengahan malam dan kadangkala diakhir malam. Lalu pertanyaannya adalah, mana lebih baik shalat witir berjamaah atau sendirian?

Kapan sebaiknya kita witir?

Sebagaimana disebutkan dalam hadis di atas, shalat witir bisa dilakukan diawal malam, pertengahan dan akhir malam antara shalat isya dan subuh. Namun demikian, kalau harus memilih apalagi di bulan ramadhan sebaiknya dilakukan secara berjamaah.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa shalat yang dilakukan secara berjamaah tentu jauh lebih besar pahalanya dibanding shalat sendiri, baik shalat wajib maupun shalat sunnah. Hal ini berdasar dari makna umum dari hadis berikut, “Dari Anas radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Shalat jamaah lebih baik 27 derajat dibanding shalat sendirian.” (HR. Bukhari, Muslim).

Dalam hadis ini tidak dibedakan antara shalat wajib dan sunnah. Dengan demikian khusus bulan ramadhan dalam pandangan saya sahalat witir berjamaah dengan imam di masjid setelah shalat tarawih jauh lebih baik dibanding shalat witir di rumah sendiri. Karena bagi kita yang sudah witir lebih awal, maka nanti saat bangun diakhir  malam untuk melakukan shalat tahajud, tidak perlu lagi melakukan witir, karena sebagaimana disampaikan oleh Nabi saw. “Tidak ada dua witir dalam satu malam.” (HR. Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidzi).

Selanjutnya hadis yang menyatakan “Jadikanlah shalat witir sebagai penutup shalat malammu.” (HR. Bukhari, Muslim).

Hadis ini mungkin konteksnya; pertama, kita punya keyakinan untuk bisa bangun diakhir malam,  kedua, jika shalat witir tersebut bisa dilakukan diakhir malam dengan berjamaah dan ketiga, berlaku mungkin diluar bulan ramadhan, karena pada umunya shalat witir diluar bulan ramadhan, hampir jarang dilakukan secara berjamaah.

Oleh karena itu, untuk mengejar pahala berjamaah apalagi di bulan suci ramadhan, menurut hemat saya lebih baik  shalat witir dilakukan berjamaah dibanding shalat sendiri. Wallahu’alam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *