PARADOX

By | Agustus 4, 2019


Seolah hujan, hanya tidak basah
Seolah senja, hanya tidak jingga
Kau seperti bunga, meski tak mekar
Dan seperti malam, namun benderang
Kau lah jembatan diantara dua tebing curam Yang memperantarai daratan keraguan dan kemauan


Kau adalah pasir pantai di pagi yang cerah
Penyampai pesan nyiur yang bahagia kepada ombak yang tak kenal lelah
Kau adalah asin air laut musim kemarau
Menjelma garam, pelengkap segala sajian di meja makan

Meminta maaflah kepada ku atas kekaguman berlebihan ini
Sebagai gantinya izinkan ku simpan senyum mu di buku catatan ku


Dengan segala hormat kepadamu penakluk hati ini, Aku menikmati ketidakberdayaan ini.

Ma’rang 4 Agustus 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *