KONTRADIKSI INTERNAL (KE-AKUAN)

By | Juni 12, 2019
Naskah malam itu

Setelah 8 malam, layar datarku tak ingin lagi berkompromi. Ia ajukan syarat materiil untuk beroperasi lagi, sedang rokok setengah jalan menuju akhirnya yang menyedihkan menjadi abu. Ruang kamar putih, seluruhnya putih, kecuali gorden yg hijau. Pikiranku kemana-mana, tentang penantianku yang masih begitu-begitu saja, tentang kekasihku yang pulang ke kampung halamannya, tentang kawanku yg menikmati jeda pasca wisudanya dan tentang adik-adik yg judul skripsinya harus ditolak sekian kalinya oleh dosen itu , Sedang aku ?

Aku terkurung di kamarnya yg seluruhnya putih, aku menulis, melakukan apa yg kupikirkan, banyak yg ingin kutulis, aku kesulitan, pikiran, perasaan dan tangan kananku tak mau bersinergi, yg tertulis tak lagi semua murni isi kepalaku, terbentur pada logika, etika dan estetika. Semua kata harus disaring oleh pihak-pihak dalam diriku yg agaknya tak terbiasa bekerja sama.

Satu poin yg sangat penting, tak perlu Keluar dari dirimu untuk menjumpai kontradiksi, dalam diripun sedang terjadi kontradiksi, aku sendiri bertopeng, berdrama, berakting pada keAKUanku. Gagal menyelaraskan pikiran, perkataan, dan perbuatan, bahkan saat aku sedang sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *