Inilah Waktu Yang Paling Cepat Diterimanya Do’a

By | Mei 23, 2019
Dr. H. Abdul Wahid, MA, Muballigh dan Dosen UIN Alauddin Makassar

Sipakario.com – Seorang Muslim tidak boleh meremehkan adanya do’a, sebab berdo’a disamping nilainya ibadah juga menunjukkan salah satu sikap pengakuan seorang manusia akan adanya kebesaran Allah SWT. dan berdo’a juga menunjukkan bahwa manusia sangat membutuhkan pertolongan dari Allah SWT. dalam menghadapi berbagai persoalan hidupnya baik urusan dunia maupun akhirat.

Dalam pandangan Islam, orang yang tidak suka berdo’a dikategorikan sebagai orang yang sombong dan orang yang demikian amat dibenci oleh Allah dan RasulNya.

Allah SWT. sendiri memerintahkan manusia untuk berdo’a, sebagaimana disebutkan dalam firmanNya,  “Berdo’alah kepada-Ku, pasti akan Aku kabulkan” (QS. Al-Mu’min: 60).  dan dalam ayat yang lain disebutkan “Hai manusia, kamulah yang sangat butuh kepada Allah; dan Dialah Allah yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.” (QS. Fathir: 15).

Sebenarnya berdo’a bisa dilakukan kapan saja, sepanjang bukan pada tempat yang dilarang, namun demikian, ada waktu-waktu tertentu yang memiliki keutamaan dan kemuliaan untuk dijadikan sebagai waktu berdo’a dibandingkan waktu yang lain.

Menurut berbagai informasi dari hadits yang shahih, berikut ini waktu-waktu yang tepat untuk  berdo’a diantaranya:

Setelah Shalat Fardu

Setelah selesai shalat fardu sangat tepat untuk dijadikan tempat berdo’a, sebagaimana disebutkan dalam hadis berikut: “Dari Abu Umamah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang do’a yang paling didengar oleh Allah SWT. beliau menjawab, “Di pertengahan malam yang akhir dan setiap selesai shalat fardhu”. (HR. At-Tirmidzi).

Sepertiga Malam Terakhir

Waktu kedua tempat yang baik untuk berdo’a adalah di sepertiga malam terakhir, “Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Rabb kami yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga akhir malam, lalu berfirman, ‘Barangsiapa yang berdo’a, maka Aku akan kabulkan, barangsiapa yang memohon, pasti Aku akan perkenankan dan barangsiapa yang meminta ampun, pasti Aku akan mengampuninya'”. (HR. Bukhari).

Pada Saat Perang Berkecamuk

Dari Sahl bin Sa’ad Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ada dua do’a yang tidak tertolak atau jarang tertolak; do’a pada saat azan dan do’a tatkala peang berkecamuk”. (HR. Abu Dawud, Baihaqi, dan Hakim).

Saat Berbuka Puasa

Dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash Radhiyallahu ‘anhu bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa pada saat berbuka ada do’a yang tidak ditolak”. (HR. Ibnu Majah).

Saat makan  sahur

Sebagian kita mengira bahwa waktu sahur hanyalah waktu untuk menyantap makanan. Padahal waktu tersebut bisa pula kita gunakan untuk memanjatkan doa kepada Allah Ta’ala, untuk memohon setiap hajat-hajat kita. Dalam hadits muttafaqun ‘alaih, dari Anas bin Malik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Pada Hari Jumat

“Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya pada hari Jumat ada satu saat yang tidak bertepatan seorang hamba muslim shalat dan memohon sesuatu kebaikan kepada Allah melainkan akan diberikan padanya, beliau berisyarat dengan tangannya akan sedikitnya waktu tersebut”. (HR. Bukhari dan Muslim).
Waktu yang sesaat itu tidak bisa diketahui secara persis dan masing-masing riwayat menyebutkan waktu tersebut secara berbeda-beda, sebagaimana yang telah disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Bari 11/203.
Dan kemungkinan besar waktu tersebut berada pada saat imam atau khatib naik mimbar hingga selesai shalat jumat atau hingga selesai waktu shalat ashar bagi orang yang menunggu shalat magrib.

Pada saat Turun Hujan

Dari Sahl bin a’ad radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Dua do’a yang tidak pernah ditolak; do’a pada waktu azan dan do’a pada waktu kehujanan”. (HR Al Hakim).

Imam An-Nawawi berkata bahwa penyebab do’a pada waktu kehujanan tidak ditolak atau jarang ditolak dikarenakan pada saat itu sedang turun rahmat khususnya curahan hujan pertama di awal musim.

Do’a di Antara Azan dan Iqamah

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda, “Do’a tidak akan ditolak antara azan dan iqamah”. (HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, Al-Baihaqi).

Do’a pada Waktu Sujud dalam Shalat

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Adapun pada waktu sujud, maka bersungguh-sungguhlah berdo’a sebab saat itu sangat tepat untuk dikabulkan”. (HR. Muslim).
Dalam hadis yang lain, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Keadaan seorang hamba paling dekat dengan Rabbnya adalah ketika ia sedang bersujud, maka perbanyaklah berdo’a saat itu.” (HR. Muslim).

Do’a pada Hari Arafah

Dari ‘Amr bin Syu’aib Radhiyallahu ‘anhu dari bapaknya dari kakeknya bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik do’a adalah pada hari Arafah”. (HR. At-Tirmidzi).

Semoga bermanfaat. Wallahu’alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *