DOGMA PENGUASA KAMPUS BAGI LEMBAGA PERS

By | Juni 15, 2019
Muhammad Akbar Hamzah
Ketua Umum HMJ Hukum Tata Negata
dan Pegiat Literasi Rumah Belajar Paradox

Sipakario.com Keberpihakan pers kampus kepada Universitas mengakibatkan berita tak lagi objektif. Kenapa ? Wartawan dan lembaga persnya bekerjasama dalam kepentingan individual atau Universitas.

Tirto.id merilis,Sepanjang 2013 sampai 2016, Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) mengumpulkan kasus-kasus kekerasan dan intimidasi terhadap lembaga pers mahasiswa. Dari survei mereka, dalam rentang empat tahun, ada 133 kasus dan 65 di antaranya dilakukan oleh pihak birokrasi kampus. Beberapa bentuk kekerasan oleh kampus antara lain intimidasi, perampasan media, ancaman DO penggiatnya, dan penyegelan sekretariat.

Dari tahun ke tahun lembaga pers takut atau di intervensi dari penguasa kampus. Berbagai aspek misalnya, dalam hal wartawan kemudian tidak di beri ruang akan informasi yang ditanyakan, bahkan cuma di beri bentakan lalu kemudian wartawa pulang tanpa mendapat info apapun. Yang kedua, jurnalis pula mendapatkan intimidasi kerap kali di rasakan dari jajaran pimpinan kampus, seperti baru-baru 25/3 Rektor USU Prof Runtung Sitepu berhentikan secara lisan pengurus lembaga pers yang bernama SUARA USU.

Mungkin saja jurnalis tidak mau ikut kepada penguasa kampus, tetapi tak banyak juga,yang kemudian ikut dogma kampus, dengan berbagai alasan. Misalnya dananya dari kampus tidak di cairkan, dan dari data di atas, lembaga pers SUARA USU diberhentikan.

Oleh karena itu, jatuhnya lembaga pers dan wartawan kampus kepada keberpihakannya karena berbagai faktor diatas. Inilah Yang menjadi momok terhadap kerja-kerja jurnalistik. Akibatnya lembaga pers ikut dalam intervensi kampus.

Kalau kita melihat Seperti kode etiknya, Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk. Seharusnya lembaga pers sebagai pengkritik kampus, guna perbaikan kampus itu sendiri.

Kita harus melihat kritik sebagai perbaikan bukan malah sebagai ancaman buat kampus guna mencapai tri darma perguruan tinggi.

Gowa, 15 Juni 2019

Penulis : Muhammad Akbar Hamzah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *