Pandemi Covid-19 VS Sistem Pendidikan Yang Sedang Sakit

By | Desember 14, 2020

Sipakario.com – Pengaruh pandemi covid-19 terhadap dunia pendidikan tentu sangat besar. Minimal apa yang sampai saat ini kita rasakan sebagai mahasiswa. Yang tentu masih secara langsung sebagai orang yang menjalani pendidikan.

Sejauh ini ada banyak problem yang kita rasakan akibat kuliah dari rumah. Virus ini lebih ganas dibanding virus lainnya, seperti virus avian influenza yang melanda banyak daerah di Indonesia. Namun, virus flu burung dengan cepat ditemukan obatnya. Virus ini juga menimbulkan rasa takut yang tinggi, karena ketakutan tersebut banyak orang yang jatuh sakit atau memburuk, bahkan meninggal karena ketakutan tersebut.

Covid-19 VS Sistem Pendidikan Yang Sedang Sakit penulis nur akbar
Photo: Nur Akbar Mahasiswa UIN Alauddin Makassar

Sejauh ini, kehadiran virus Covid-19 tampak saling bahu membahu dengan sistem pendidikan kita hari ini yang semakin hari semakin tidak baik-baik saja. Pembelajaran dengan sistem tatap muka dipindahkan ke sistem daring sebagai buntut pandemi Covid-19.

Orang tua yang tidak mampu membelikan ponsel kepada anaknya untuk kebutuhan sekolah atau kuliah kembali harus memutar otak. Jangankan untuk sekadar membeli ponsel, mencari kebutuhan untuk sesuap nasi saja sulit untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Mereka harus menahan lapar tiap hari agar dapat membeli Hand Phone tersebut

Apakah mereka harus merasakan kerasnya menjadi kuli bangunan agar mendapatkan uang? Apakah harus menjual ayam yang satu-satunya hewan peliharaan yang harganya tidak seberapa untuk melanjutkan pendidkannya?

Apakah harus di posting di media agar mendapatkan bantuan dari pemerintah. Ataukah mereka harus menggugurkan cita-cita yang selama ini mereka bangun untuk  membahagiakan kedua orang tuanya?

Di era New Normal beberapa tempat keramaian sudah mulai dibuka, seperti Mall, Cafe, tempat makan dan tempat ibadah. Sedangkan sekolah atau kampus entah akan mendapat gilirannya untuk dibuka. Bagi orang-orang yang berkompeten di bidang pendidikan akan menyadari bahwa dunia pendidikan kita sampai saat ini dalam keadaan tidak baik-baik saja, “SAKIT”. Kondisi ini memperlihatkan bahwa dunia pendidikan Indonesia masih sangat jauh dibelakang.

Negara terlalu sibuk mengejar predikat sebagai Negara maju, tetapi mengabaikan pendidikan (dalam hal ini orientasi pendidikan kita, pola pikir yang dibangun, metodologi dan infrastruktur dalam menjalankan pendidikan) sebagai salah satu pondasi kemajuan.

Orientasi pendidikan harusnya memanusiakan manusia bukan malah memperbudak manusia, orientasi pendidikan seperti sistem pasar, diamana siswa dijadikan sebagai robot yang diciptakan untuk siap pakai sebagai budak kapitalis. Pendidikan harusnya mengajarkan untuk menjadi manusia kritis agar yang mampu memperbaiki sistem pendidikan yang ada.

Lebih lanjut, persoalan baru di dunia pendidikan yang diakibatkan oleh virus ini yakni dalam pembelajaran daring. Sistem ini bukannya memudahkan, akan tetapi justru mempersulit dan memperlambat efektivitas pembelajaran. Masalah-masalah yang di hadapi tidak hanya oleh siswa dan orang tua siswa tetapi juga guru-guru.

Masalah Yang di Hadapi Oleh Guru-Guru di Masa Pandemi Covid-19

Masalah pertama yaitu aplikasi yang digunakan, masih minimnya pengetahuan guru yang sudah lansia (berumur) tentang aplikasi yang digunakan, bukannya tidak bisa kalau ingin belajar, pasti guru bisa karena prinsipnya kita harus menghadapi perubahan dan perkembangan jaman. Begitupun dengan siswa yang masih kurang ahli dalam mengoperasikan aplikasi yang ada.

Kedua, jaringan internet dapat mengganggu proses pembelajaran karena jaringan tersebut. Tidak ada yang mengetahui jaringan guru dan siswa. Terkadang jaringan Internet guru baik dan stabil, tetapi jaringan siswa terganggu, begitu pula sebaliknya.

Ketiga, meningkatnya biaya guru dan orang tua siswa, biaya tersebut digunakan untuk membeli kebutuhan lain yang digunakan untuk membeli kuota internet untuk menjamin kelangsungan proses pembelajaran antara siswa dan guru.

Keempat, banyaknya siswa yang sudah capek di rumah saja belajar dan mulainya timbul kemalasan untuk sekolah dan mengerjakan tugas yang diberikan gurunya, mereka lebih mau melakukan aktivitas lain seperti main game dan membuka aplikasi yang lainnya di hand phone ketimbang mengerjakan tugas yang telah diberikan.

Kelima, banyaknya orang tua yang rela-rela menunggu tugas anaknya dan mengerjakannya di depan anaknya sendiri demi iming-iming nilai anaknya tidak menurun.

Dunia pendidikan di Indonesia memang sudah tidak menjadi rahasia lagi betapa banyaknya persoalan yang ada. Lekaslah sembuh Indoensiaku. Kami rindu sekolah, kampus, guru, dosen dan berbagai persoalannya.

Penulis: Nur Akbar, Mahasiswa UIN Alauddin Makassar

Editor: Agung Irawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *