AMAK Lapor Kades Tondong ke Kejati Sulsel

By | Juli 2, 2019
Kondisi jalan rabat beton yang berlokasi di Kacarri Dusun Bontorio

Aliansi Masyarakat Anti Korupsi ( AMAK ) Makassar yang merupakan gabungan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Makassar melaporkan Kepala Desa (Kades) Tondong Ardi S.Pd kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan terkait adanya indikasi yang ditemukan masyarakat tentang penyalahgunaan Dana Desa Tondong Kecamatan Tellulimpoe Kabupaten Bone dalam pembangunan infrastruktur desa.

Rahmat Hidayat, Ketua AMAK Makassar kepada Bakti online 2/7/19 mengatakan laporan ke Kejati ini merupakan laporan aduan pendahuluan dugaan tindak pidana korupsi dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

“Laporan kami sudah diterima secara resmi Kasi Penkum Kajati Sulsel Salahuddin SH.MH, kemudian langsung diteruskan ke Kepala Cabang (Kacab) Lapri Kajari Kab.Bone”, kata Rahmat.

Lanjut Rahmat, unsur masalah dalam laporan AMAK Makassar mengenai Program Dana Desa Tondong yang melebihi 1 (satu) Milyar yang diduga adanya penyalahgunaan Dana Desa yang berpotensi merugikan negara, kejanggalannya berupa tidak sesuainya jumlah anggaran yang digunakan dengan kondisi dilapangan,salah satunya infrastruktur jalan rabat beton yang berlokasi di Kacarri Dusun Bontorio dengan volume pekerjaan 350 meter yang bersumber dari anggaran dana desa tahun anggaran 2018 dengan jumlah Rp. 172.129.600 dalam satu tahun jalanan yang dibangun tersebut sudah tidak layak pakai sehingga kami menduga komposisi bahan yang digunakan tidak sesuai dengan pelaporan, berikutnya rabat beton yang berlokasi di Dusun Berebere dengan volume pekerjaan 300 meter dan bersumber dari anggaran dana desa tahun 2017 dengan jumlah Rp. 176.724.000, belum lama setelah dibangun,jalanan sudah rusak, termasuk jembatan tani di Berebere menggunakan besi tua (bekas), ini tahun 2018, urai Rahmat.

“Pengerjaan jalan pekuburan sejak tahun 2015 yang belum selesai sampai sekarang dan banyak pekerjaan tidak menggunakan prasasti dan papan proyek sehingga kami selaku masyarakat tidak mengetahui anggaran tersebut”, tutur Rahmat dengan nada kesal.

Untuk itu tegas Rahmat, AMAK meminta Kejati Sulsel :

“Segera melakukan langkah-langkah penyelidikan hukum terkait adanya laporan pengaduan awal dan penemuan indikasi dugaan terjadi kerugian keuangan negara dari hasil investigasi secara tuntas tanpa tebang pilih kepada oknum Kepala Desa Tondong Kecamatan Tellulimpoe Kabupaten Bone yang dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum”.

Membentuk tim pencari fakta untuk melakukan penyelidikan sesuai kewenangannya.

Segera memanggil dan memeriksa oknum kepala desa Tondong Kecamatan Tellulimpoe Kabupaten Bone atas nama Ardi.,S.Pd.

Memanggil dan memeriksa siapapun yang diduga terlibat dalam kegiatan pelaksanaan pembangunan infrastruktur didesa Tondong Kecamatan Tellulimpoe Kabupaten Bone.

Kalau dalam waktu 3 ( tiga ) kali 24 ( dua puluh empat ) jam tidak ada penindakan dan atau tindak lanjut terkait laporan kami, KAMAK akan melakukan aksi unjuk rasa dengan massa yang banyak. tegas Rahmat.


Sumber : Bakti online,Isra/Hambali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *